Selasa, 24 Maret 2015

Cegah Diabetes Sejak Dini, Terapkan Makan 4 Sayur Hijau Bebas Gula Ini

Selasa, 17 Maret 2015 18:00



Copyright by Thinkstock.comVemale.com - Diabetes merupakan salah satu ancaman penyakit bagi setiap orang, dan bahayanya, diabetes bisa menurun ke anak cucu Anda. Nah, potensi penyakit gula ini memang tidak sembarangan, padahal kebanyakan makanan yang ada di pasaran memiliki kandungan gula.

Lalu seperti apa cara pencegahan yang terbaik, apalagi jika Anda berasal dari keluarga dengan riwayat keluarga penderita diabetes? Seperti dilansir dari stylecraze.com, paling tidak ada 5 buah dan sayur bebas gula yang bisa Anda konsumsi dengan bebas, antara lain adalah
  • Selada

    Selada bisa dimakan langsung tanpa dimasak dan memiliki sedikit karbohidrat. Bukan hanya kaya serat, selada juga membantu meningkatkan sistem imun tubuh karena kaya kandungan asam folat, mangan dan zat besi. Selain vitamin A, C, D, E and K, selada juga memiliki kandungan vitamin B kompleks esensial yang dibutuhkan tubuh.
  • Asparagus

    Bukan hanya kaya vitamin A,C, E K dan B6, asparagus menjadi salah satu sayur yang berfungsi sebagai obat sejak jaman dahulu. Asparagus tidak terasa manis dan tidak memiliki banyak karbohidrat. Asparagus bahkan sangat rendah kalori, sehingga sangat baik dikonsumsi penderita diabetes.
  • Brokoli

    Sayuran berdaun hijau gelap dan kaya serat seperti brokoli ini juga sangat rendah kalori namun kaya vitamin A, C, D, E, dan K, termasuk juga beberapa mineral seperti yang dibutuhkan tubuh untuk bisa menjalankan fungsi organ dengan optimal. Brokoli juga kaya antioksidan yang membantu memperbaiki sel rusak tubuh dan menguatkan tubuh.
  • Kubis

    Satu lagi keluarga sayuran hijau dan berserat dengan catatan rendah kalori dan rendah karbohidrat, kubis. Kubis merupakan makanan yang aman untuk penderita diabetes dan mengandung banyak nutrisi seperti vitamin A, C, D, E dan K. Sayur ini juga kaya kalsium, zat besi, magnesium, seng dan lain sebagainya.
Nah, tidak perlu bingung lagi harus makan sayur apa jika ingin diabetes jauh dari tubuh. Anda bisa banyak makan beragam sayuran hijau kaya antioksidan seperti di atas.

4 Tips Efektif Menjaga Ingatan Tetap Tajam Saat Bertambah Tua

Rabu, 18 Maret 2015 13:00
Copyright by Shutterstock.com
Vemale.com - Umur setiap orang akan selalu bertambah dan proses penuaan tubuh juga akan ikut berjalan. Seiring bertambahnya umur, biasanya kemampuan tubuh, terutama otak, juga bisa menurun. Anda menyadarinya terjadi pada orangtua? Nah, tidak ingin jadi tua dan pikun saat tua kan?
Seperti dilansir dari everydayhealth.com, berikut ini ada cara-cara menjaga tubuh tetap kuat dan ingatan tajam meski tubuh sudah tidak muda lagi, berikut ini caranya
  • Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi

    Kondisi kadar kolesterol yang tinggi akan mempermudah tubuh terserang penyakit dan mempercepat proses penuaan, tidak terkecuali pada otak. Bahkan kadar kolesterol dan tekanan darah yang tinggi dapat meningkatkan potensi demensia atau kehilangan ingatan.
  • Olahraga secara teratur

    Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur akan membantu menjaga aliran darah ke otak dan mengurangi risiko seperti tekanan darah tinggi yang berkaitan dengan berkembangnya kondisi demensia. Olahraga juga membantu menguatkan sistem imun tubuh, menjaga tubuh tetap bugar, dan mencegah nyeri sendi.
  • Makan makanan sehat

    Perbanyak makan sayuran, buah dan ikan. Hindari daging berlemak dan makanan yang digoreng serta santan. Menurunkan konsumsi lemak jenuh akan mengurangi risiko penurunan kemampuan otak. Nutrisi dari sayur, buah dan ikan akan meningkatkan kekuatan tubuh dan otak.
  • Merangsang kemampuan otak

    Jangan kira setelah Anda tua Anda tidak butuh kegiatan lain untuk merangsang otak. Belajar hal baru, memulai hobi baru yang belum pernah Anda lakukan dan banyak bersosialisasi akan sangat baik mengasah kemampuan otak. Bukan hanya anak muda saja yang butuh belajar dan berinteraksi dengan banyak orang. Jika tidak ingin kemampuan otak melemah, maka belajar dan mengingat banyak hal itu sangat perlu dilakukan.
Tentu saja semakin Anda bertambah usia, kebiasaan buruk seperti merokok juga harus dihentikan. Sebaliknya, biasakan memperbanyak minum air putih. Tips di atas tentunya juga bisa diterapkan dari sekarang dan jangan lupa mengingatkan orang tua untuk mulai menerapkan kegiatan di atas agar tetap bugar di hari tua ya.

Ini 4 Alasan Olahraga Bisa Mencegah Depresi

Minggu, 22 Maret 2015 18:00

Copyright by Thinkstock.comVemale.com - Melakukan olahraga bukan hanya akan bermanfaat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh saja, namun juga kesehatan mental dan pikiran dari stres dan depresi. Namun bagaimana bisa olahraga bisa berpengaruh pada kesehatan mental Anda?

Seperti dikutip dari boldsky.com, ada banyak alasan bagaimana olahraga bisa menstabilkan kesehatan mental dan pikiran Anda, beberapa di antaranya adalah
  • Merangsang senyawa kimia yang baik

    Saat Anda melakukan aktivitas fisik yang intens, tubuh akan lebih banyak memproduksi endorfin, yaitu senyawa kimia yang menurunkan gejala depresi dan menurunkan kadar stres.
  • Memperkuat sistem imun

    Olahraga rutin akan menurunkan potensi terserang penyakit dan menguatkan sistem imun secara alami. Jika sistem imun tinggi, Anda juga memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami stres.
  • Membantu mengeluarkan emosi

    Saat punya perasaan marah, Anda pasti ingin meluapkannya, kan? Meluapkan emosi yang positif adalah dengan melakukan olahraga. Aktivitas fisik akan meringankan emosi yang tidak stabil. Daripada menghancurkan barang-barang di rumah, lebih baik bakar kalori emosi Anda dengan berlari atau mungkin boxing.
  • Mengatur temperatur tubuh

    Olahraga membuat suhu tubuh Anda naik dan justru hal inilah yang akan meringankan tubuh dan melancarkan sistem organ di dalam tubuh. Olahraga akan melatih otot jantung dan bagian tubuh lain sehingga Anda lebih rileks.
Biasanya, orang dengan stres tingkat tinggi dan mengalami gejala depresi tidak tertarik dengan kegiatan fisik seperti olahraga. Namun sekali ia mau melakukan aktivitas fisik yang intens, kadar stres secara alami akan menurun. Jadi, ingin jauh dari stres dan menjauhi depresi? Yuk olahraga sekarang
| 40 comments ]

Pembelajaran Aktif merupakan sebuah konsep pembelajaran yang dipandang sesuai dengan tuntutan pembelajaran mutakhir. Oleh karena itu, setiap sekolah seyogyanya dapat mengimplementasikan dan mengembangkan pembelajaran aktif ini dengan sebaik mungkin. Dengan merujuk pada gagasan dari Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas (2010), berikut ini disajikan sejumlah indikator atau ciri-ciri sekolah yang telah melaksanakan proses pembelajaran aktif ditinjau dari aspek: (a) ekspektasi sekolah, kreativitas, dan inovasi; (b) sumber daya manusia; (c) lingkungan, fasilitas, dan sumber belajar; dan (d) proses belajar-mengajar dan penilaian.


A. EKSPEKTASI SEKOLAH, KREATIVITAS, DAN INOVASI

Prestasi belajar peserta didik lebih ditekankan pada ”menghasilkan” daripada ”memahami”.
Sekolah menyelenggarakan ajang ‘kompetisi’ yang mendidik dan sehat.
Sekolah ramah lingkungan (misalnya; ada tanaman atau pohon, po bunga, tempat sampah)
Lebih baik lagi jika terdapat produk/karya peserta didik yang mempunyai nilai artistik dan ekonomis/kapital untuk dijual.
Lebih baik jika ada pameran karya peserta didik dalam kurun waktu tertentu, misalnya sekali dalam satu tahun.
Karya peserta didik lebih dominan daripada pemasangan beragam atribut sekolah.
Kehidupan sekolah terasa lebih ramai, ceria, dan riang.
Sekolah rapi, bersih, dan teratur.
Komunitas sekolah santun, disiplin, dan ramah.
Animo masuk ke sekolah itu makin meningkat.
Sekolah menerapkan seleksi khusus untuk menerima peserta didik baru.
Ada forum penyaluran keluhan peserta didik.
Iklim sekolah lebih demokratis.
Diselenggarakan lomba-lomba antarkelas secara berkala dan di tingkat pendidikan menengah ada lomba karya ilmiah peserta didik.
Ada program kunjungan ke sumber belajar di masyarakat.
Kegiatan belajar pada silabus dan RPP menekankan keterlibatan peserta didik secara aktif.
Peserta didik mengetahui dan dapat menjelaskan tentang lingkungan sekolah (misalnya, nama guru, nama kepala sekolah, dan hal-hal umum di sekolah itu).
Ada program pelatihan internal guru (inhouse training) secara rutin.
Ada forum diskusi atau musyawarah antara kepala sekolah dan guru maupun tenaga kependidikan lainnya secara rutin.
Ada program tukar pendapat, diskusi atau musyawarah dengan mitra dari berbagai pihak yang terkait (stakeholders).

B. SUMBER DAYA MANUSIA

Kepala sekolah peduli dan menyediakan waktu untuk menerima keluhan dan saran dari peserta didik maupun guru.
Kepala sekolah terbuka dalam manajemen, terutama manajemen keuangan kepada guru dan orang tua/komite sekolah.
Guru berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar.
Guru mengenal baik nama-nama peserta didik.
Guru terbuka kepada peserta didik dalam hal penilaian.
Sikap guru ramah dan murah senyum kepada peserta didik, dan tidak ada kekerasan fisik dan verbal kepada peserta didik.
Guru selalu berusaha mencari gagasan baru dalam mengelola kelas dan mengembangkan kegiatan belajar.
Guru menunjukkan sikap kasih sayang kepada peserta didik.
Peserta didik banyak melakukan observasi di lingkungan sekitar dan terkadang belajar di luar kelas.
Peserta didik berani bertanya kepada guru.
Peserta didik berani dalam mengemukakan pendapat.
Peserta didik tidak takut berkomunikasi dengan guru.
Para peserta didik bekerja sama tanpa memandang perbedaan suku, ras, golongan, dan agama.
Peserta didik tidak takut kepada kepala sekolah.
Peserta didik senang membaca di perpustakaan dan ada perilaku cenderung berebut ingin membaca buku bila datang mobil perpustakaan keliling.
Potensi peserta didik lebih tergali serta minat dan bakat peserta didik lebih mudah terdeteksi.
Ekspresi peserta didik tampak senang dalam proses belajar.
Peserta didik sering mengemukakan gagasan dalam proses belajar.
Perhatian peserta didik tidak mudah teralihkan kepada orang/tamu yang datang ke sekolah.

C. LINGKUNGAN, FASILITAS, DAN SUMBER BELAJAR

Sumber belajar di lingkungan sekolah dimanfaatkan peserta didik untuk belajar.
Terdapat majalah dinding yang dikelola peserta didik yang secara berkala diganti dengan karya peserta didik yang baru.
Di ruang kepala sekolah dan guru terdapat pajangan hasil karya peserta didik.
Tidak ada alat peraga praktik yang ditumpuk di ruang kepala sekolah atau ruang lainnya hingga berdebu.
Buku-buku tidak ditumpuk di ruang kepala sekolah atau di ruang lain.
Frekuensi kunjungan peserta didik ke ruang perpustakaan sekolah untuk membaca/meminjam buku cukup tinggi.
Di setiap kelas ada pajangan hasil karya peserta didik yang baru.
Ada sarana belajar yang bervariasi.
Digunakan beragam sumber belajar.

D. PROSES BELAJAR-MENGAJAR DAN PENILAIAN

Pada taraf tertentu diterapkan pendekatan integrasi dalam kegiatan belajar antarmata pelajaran yang relevan.
Tampak ada kerja sama antarguru untuk kepentingan proses belajar mengajar.
Dalam menilai kemajuan hasil belajar guru menggunakan beragam cara sesuai dengan indikator kompetensi. Bila tuntutan indikator melakukan suatu unjuk kerja, yang dinilai adalah unjuk kerja. Bila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep, yang digunakan adalah alat penilaian tertulis. Bila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan, tugas (proyek) itulah yang dinilai. Bila tuntutan indikator menghasilkan suatu produk 3 dimensi, baik proses pembuatan maupun kualitas, yang dinilai adalah proses pembuatan atau pun produk yang dihasilkan.
Tidak ada ulangan umum bersama, baik pada tataran sekolah maupun wilayah, pada tengah semester dan / atau akhir semester, karena guru bersangkutan telah mengenali kondisi peserta didik melalui diagnosis dan telah melakukan perbaikan atau pengayaan berdasarkan hasil diagnosis kondisi peserta didik.
Model rapor memberi ruang untuk mengungkapkan secara deskriptif kompetensi yang sudah dikuasai peserta didik dan yang belum, sehingga dapat diketahui apa yang dibutuhkan peserta didik.
Guru melakukan penilaian ketika proses belajar-mengajar berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sekaligus sebagai alat diagnosis untuk menentukan apakah peserta didik perlu melakukan perbaikan atau pengayaan.
Menggunakan penilaian acuan kriteria, di mana pencapaian kemampuan peserta didik tidak dibandingkan dengan kemampuan peserta didik yang lain, melainkan dibandingkan dengan pencapaian kompetensi dirinya sendiri, sebelum dan sesudah belajar.
Penentuan kriteria ketuntasan belajar diserahkan kepada guru yang bersangkutan untuk mengontrol pencapaian kompetensi tertentu peserta didik. Dengan demikian, sedini mungkin guru dapat mengetahui kelemahan dan keberhasilan peserta dalam kompetensi tertentu.
| 12 comments ]
Berbicara masalah hakekat hidup sebenarnya membutuhkan rincian yang sangat panjang dan terinci. Namun secara ringkas, hakikat hidup bisa terungkap dari pernyataan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, awal kehidupan adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian dan ujungnya adalah kefanaan. Ketika anda lahir anda menangis, dan tangisan itu akan menjadi warna kehidupan. Saat anda sedih dan juga bahagia terkadang ditandai dengan tangisan. 
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20) 

Dalam perjalanan hidup ini tidak ada orang yang tidak mendapat ujian walaupun kadarnya berbeda-beda namun ujian itu pasti ada. Semua yang ada dalam genggaman kita pada dasarnya hanya asesoris dan hiasan termasuk gelar akademis, kekayaan, harta dan keduaniaan lainnya. Kalau sudah selesailah semua, giliran pintu kematian yang akan dirasakan seluruh umat manusia. 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (QS.21:35) 

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28:77) 

Ada sesuatu yang kita akam dimiliki secara abadi sampai di akherat. dan juga yang hanya didunai ini. Maka jadikan dunia ini sebagai sarana dan mencari bekal untuk masuk ke alam selanjutnya. Karena alam yang akan dilalui manusia hanyalah one way, satu tiket. Alias tidak bisa balik lagi. Waspadalah, berhati-hati, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan beramal ketika didunia ini.